Foto/ilustrasi
OLEH: Ivan Ginanjar Staf Kominfo MeranginÂ
Redaksijambi.com.SUNGAI MANAU, – Suasana haru menyelimuti acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Merangin, Sabtu (18/7).
Di atas podium, Bupati Merangin, M. Syukur, tiba-tiba terdiam. Kalimatnya menggantung di udara. Dadanya naik turun, menahan sebak yang datang begitu mendadak hingga napasnya sempat tertahan. Linangan air mata mulai menggenang, siap jatuh.
Ribuan massa yang memadati arena seketika hening. Sang Bupati mengabaikan rasa haru. Ia mencoba tetap tegar di depan rakyatnya.
Ternyata, lokasi MTQH, tempat mereka berdiri malam itu, arena megah yang dipenuhi cahaya dan lantunan ayat suci adalah tanah yang menyimpan luka dan pelipur lara masa kecilnya.
“Lokasi MTQH ini adalah kebun durian,” ucap M. Syukur, suaranya parau, menyapu kesunyian.
“Dulu, waktu saya kecil… kalau saya dimarahi emak saya, nino (nenek) saya ngajaknya lari ke bukit ini. Kami cari durian di sini,” lanjutnya, terbata mengenang jemari sang nenek yang menggandengnya membelah bukit saat hatinya sedang terluka.
Bukit yang puluhan tahun lalu menjadi tempat pelarian seorang anak kecil yang sedang bersedih, kini takdirnya berubah. Di atas tanah tempat pelampiasan air mata masa kecil itu, kini berkumandang lantunan firman Allah.
Keharuan memuncak saat M. Syukur mengarahkan pandangannya ke barisan kursi undangan. Di sana duduk Haji M. Nur, sosok mamak (paman) kandungnya.
M. Syukur mengungkapkan bahwa kemegahan lapangan ini tidak lahir dari proyek pemerintah, melainkan dari peluh dan ketulusan masyarakat tiga kecamatan yang digerakkan oleh cinta seorang paman kepada keponakannya.
“Lapangan MTQ ini dibangun oleh masyarakat sini secara gotong royong, yang disponsori oleh mamak kesayangan saya, namanya Haji M. Nur. Beliau hadir di sini… karena pengen ponakannya sukses,” ujar Bupati, menatap sang paman dengan tatapan penuh hormat dan haru.
Di akhir sambutannya, tak ada lagi sekat antara bupati dan rakyatnya. Dengan suara yang masih menyisakan getaran emosional, M. Syukur menyampaikan rasa terima kasih yang teramat dalam kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sungai Manau Lama, para kepala desa, dan aparat yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk suksesnya MTQH ke-52.**



