Hari Libur Tetap Bermakna, Santri Ponpes Man Jadda Wajjada Belajar Mandiri Lewat Edukasi Alam dan Memancing

Redaksijambi.com.MERANGIN – Hari libur bukan berarti berhenti belajar. Di Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada, waktu libur justru dimanfaatkan untuk membangun karakter, melatih kemandirian, dan mengenalkan santri dengan lingkungan sekitar melalui kegiatan yang edukatif.
Usai berolahraga bersama pada Minggu pagi, para santri diajak “ngebolang” menyusuri kawasan sekitar pondok hingga ke sungai untuk memancing. Kegiatan sederhana ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Melalui aktivitas di alam terbuka, para santri diajarkan untuk mengenal lingkungan, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, melatih kesabaran, kerja sama, serta kepedulian terhadap kelestarian alam. Memancing juga mengajarkan bahwa setiap hasil membutuhkan usaha, doa, dan kesabaran.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman karena para santri selalu didampingi oleh ustadz pembimbing. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi, menjaga keselamatan, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak dalam setiap aktivitas.

Pimpinan Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada, Ustadz Ahmad Saukani, mengatakan bahwa kegiatan hari libur dirancang agar para santri tidak merasa jenuh dengan rutinitas belajar di kelas.

“Libur bukan berarti bermalas-malasan. Kami ingin santri tetap belajar, tetapi melalui pengalaman langsung di lapangan. Mereka belajar mandiri, mengenal alam, bersosialisasi, serta membangun karakter dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, para santriwati juga mengisi hari libur dengan kegiatan yang bersifat edukasi rumah tangga, seperti belajar memasak, menjaga kebersihan, merapikan lingkungan, dan berbagai keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal kehidupan.
Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan.

“Belajar tidak hanya di dalam kelas. Alam adalah guru yang mengajarkan kesabaran, pengalaman adalah ilmu, dan setiap aktivitas yang bermanfaat adalah bagian dari pendidikan menuju pribadi yang berakhlakul karimah.”(Humas PP MJW)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru