Oleh : Yasir Hasbi, S.H., M.H.,(Pengamat Hukum)
Redaksijambi.com.- Mengingat bahwa maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial telah menjadi fenomena yang meresahkan masyarakat di Provinsi Jambi. Menurutnya, saat ini ruang digital seolah-olah memberikan “label
halal” bagi sebagian pihak untuk menyebarkan informasi yang belum
tentu benar tanpa memikirkan dampak hukum maupun dampak sosial yang ditimbulkan
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Saat ini seolah-olah setiap orang
merasa bebas menyebarkan informasi apa saja tanpa verifikasi, tanpa
konfirmasi, dan tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan.
Padahal disinformasi dan berita bohong dapat merusak reputasi
seseorang, menciptakan persepsi yang salah, serta memicu
kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Yasir Hasbi
Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan kebebasan pers
harus tetap dihormati sebagai bagian dari demokrasi. Namun kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak boleh digunakan sebagai tameng untuk menyebarkan informasi
yang tidak benar
“Kita menghormati kebebasan pers dan mendukung penuh kerja
jurnalistik yang profesional. Akan tetapi, kebebasan tersebut tidak
boleh disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, maupun
informasi yang tidak berimbang. Demokrasi membutuhkan kritik
yang berbasis fakta, bukan propaganda yang dibangun di atas
informasi yang keliru,” tegasnya
Yasir Hasbi juga menghimbau kepada jajaran Kepolisian Daerah Jambi agar memproses setiap laporan masyarakat yang memenuhi unsur hukum terkait dugaan penyebaran berita bohong dan
disinformasi yang meresahkan publik.
“Kami menghimbau kepada Polda Jambi untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku Penegakan hukum yang profesional dan objektif diperlukan agar
ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya hoaks dan disinformasi yang dapat mengganggu ketertiban umum serta kondusivitas daerah,” katanya
Menurut Yasir, apabila penyebaran informasi bohong terus dilakukan
secara berulang dan sistematis, maka dampaknya bukan hanya
merugikan individu atau institusi tertentu, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap berbagai lembaga serta
menimbulkan kegaduhan sosial yang berkepanjangan
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak
menggunakan media sosial. Periksa kebenaran informasi sebelum
membagikannya. Jangan mudah percaya pada narasi yang belum
terverifikasi. Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan
tanggung jawab hukum dan moral,” tutup Yasir Hasbi.***

