Redaksijambi.com.MERANGIN,— Pemerintah Kabupaten Merangin terus berupaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Dalam rangka merealisasikan program tersebut, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menerima audiensi dari jajaran pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Jambi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Merangin, Syafrani, di ruang kerja Wakil Bupati pada Kamis (30/7).
Pertemuan ini membahas berbagai potensi sinergi antara Pemkab Merangin dan PNM, khususnya terkait pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemberdayaan ekonomi masyarakat ultra mikro, serta pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular.
Wabup A. Khafidh, menyambut baik dan mengapresiasi komitmen PNM yang ingin memperluas jangkauan layanan serta berkolaborasi dengan Pemkab Merangin.
Menurutnya, kehadiran program pembiayaan dan pembinaan mikro sangat relevan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan warga hingga level terbawah.
“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan selamat berkolaborasi antara PNM dengan Pemda. Muatannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apalagi untuk masyarakat level bawah,” ujar Wabup.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PNM Cab Jambi Erwin Syafriadi memaparkan fokus bisnis mereka yang berorientasi pada pembiayaan dan pembinaan bagi pelaku usaha mikro serta ultra mikro.
“Selain menyalurkan modal usah, baik tanpa agunan maupun pakai agunan, PNM juga menyediakan program pendampingan, seperti pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, hingga fasilitasi perizinan dan kemasan produk,” ujarnya.
Sinergi ini juga dinilai sangat selaras dengan pemanfaatan fasilitas daerah yang dimiliki Merangin, seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), rumah produksi olahan jahe, rumah produksi kopi, hingga rumah kemasan. Lewat kolaborasi ini, kelemahan dari sisi pembinaan SDM dan produksi diharapkan dapat teratasi secara bertahap.
Tak hanya sektor usaha kreatif dan olahan pangan, sektor lingkungan hidup turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.
Kepala Dinas LH Merangin, Syafrani, mengusulkan adanya intervensi pembiayaan dan pembinaan bagi pengelola bank sampah di tingkat kecamatan. Langkah ini bertujuan agar pengelolaan sampah dapat terintegrasi dengan ekonomi sirkular.
“Di tingkat kecamatan kita ada bank-bank sampah. Sumber bahan bakunya dari pemulung, sehingga pemulung dapat penghasilan, yang di kecamatan juga dapat penghasilan. Kami berharap ada intervensi pembiayaan maupun peralatan agar sampah yang diolah mempunyai nilai ekonomi tinggi,” jelas Syafrani.
Pihak PNM pun merespons positif usulan tersebut. Mereka menyatakan kesiapannya untuk mereplikasi program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang telah sukses dijalankan di wilayah lain, di mana pengumpulan sampah rumah tangga oleh masyarakat/nasabah dapat dikonversi menjadi tabungan atau angsuran pembiayaan.
(Bagus/van/Kominfo)



