Resah! Warga Keluhkan Aksi “Palak” di Simpang Seling, Nama Karang Taruna Ikut Terseret

Redaksijambi.com (MERANGIN) – Sejumlah warga di wilayah Simpang Seling, Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, mengaku resah dengan aktivitas seorang pria berinisial RS yang diduga kerap melakukan pungutan liar terhadap kendaraan yang melintas menuju kawasan Tabir Ulu.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, aksi tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan nyaris terjadi setiap hari. Kendaraan yang menjadi sasaran disebut mayoritas mobil pengangkut minyak, termasuk yang diduga terkait aktivitas ilegal.

“Kalau mobil biasa jarang diganggu. Tapi kalau kendaraan minyak sering diberhentikan lalu dimintai uang,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Bahkan dari keterangan beberapa warga, uang yang diminta diduga tidak sedikit. Nilainya disebut bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung kendaraan dan muatan yang melintas.

“Kadang bukan ratusan ribu lagi, informasinya bisa sampai jutaan rupiah,” kata warga lainnya.

Yang membuat masyarakat semakin geram, RS disebut-sebut membawa nama organisasi kepemudaan dengan mengaku sebagai anggota bahkan pengurus Karang Taruna. Namun pengakuan tersebut dibantah oleh sejumlah warga yang mengetahui kepengurusan organisasi dimaksud.

“Setahu kami dia bukan pengurus Karang Taruna. Jangan sampai nama organisasi ikut rusak gara-gara ulah oknum,” ujar warga.

Tak hanya itu, dari pengakuan sejumlah warga, RS juga diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas suplai minyak untuk kegiatan ilegal di wilayah tersebut. Bahkan, ada warga yang mengaku pernah melihat RS ikut mengawal alat berat yang masuk ke lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal.

“Pernah juga terlihat ikut mengawal alat berat masuk. Makanya warga curiga ada keterlibatan dengan aktivitas di sana,” ujar seorang warga.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, aktivitas dugaan pungutan tersebut seolah menjadi “jalan masuk” bagi kendaraan tertentu agar bisa melintas tanpa hambatan. Kondisi itu pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait adanya praktik yang terorganisir.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan aktivitas tersebut agar tidak semakin meresahkan masyarakat serta mencoreng nama wilayah Kecamatan Tabir.

“Kalau memang terbukti ada pelanggaran hukum, masyarakat berharap ditindak tegas. Jangan sampai praktik seperti ini dianggap biasa,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait maupun dari RS atas berbagai tudingan dan keluhan masyarakat tersebut. (Tim)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru