Oleh: Hengky Saputra
Redaksijambi.com.- Tahun 2015 menjadi salah satu lembar sejarah yang tak pernah terhapus dalam perjalanan hidup saya. Kampus ini, yang saat itu masih bernama STKIP YPM Bangko, pernah menjadi tempat saya menimba ilmu selama delapan semester. Di lingkungan akademik inilah saya belajar, bertumbuh, berproses, sekaligus menempa idealisme sebagai seorang mahasiswa.
Namun perjalanan itu tidak berakhir sebagaimana yang diharapkan. Saya harus menerima kenyataan pahit ketika dinyatakan drop out akibat keterlibatan dalam aksi demonstrasi dan pemblokiran kampus yang kami lakukan sebagai bentuk perjuangan atas legalitas STKIP YPM Bangko dan Akta Nomor 44 Tahun 2010 berlangsung sekitar tahun 2013–2015, dengan puncak konflik terjadi pada 2014–2015. Sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), saya bersama rekan-rekan mahasiswa menggelar aksi besar-besaran demi menyuarakan aspirasi dan mempertahankan prinsip yang kami yakini benar.
Waktu kemudian membuktikan bahwa kekhawatiran kami bukanlah sekadar asumsi. Terbitnya surat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjadi salah satu bukti bahwa persoalan yang kami perjuangkan memang memiliki dasar yang kuat. Selama kurang lebih tiga tahun kami berjuang, mengorbankan tenaga, pikiran, dan masa depan akademik. Meski pada akhirnya perjuangan itu kandas di tengah jalan, saya meyakini bahwa setiap langkah yang pernah diambil akan tetap menjadi bagian dari catatan sejarah kampus ini.
Seiring berjalannya waktu, STKIP YPM Bangko bertransformasi menjadi Universitas Merangin. Sebuah perubahan besar yang menandai lahirnya babak baru dalam perjalanan pendidikan tinggi di Kabupaten Merangin. Musim demi musim berganti, generasi demi generasi datang dan pergi, namun sejarah tetaplah sejarah. Ia akan selalu hidup dalam ingatan mereka yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang institusi ini.
Hari ini, Universitas Merangin kembali menorehkan sejarah melalui pergantian kepemimpinan di pucuk tertinggi kampus. Sosok yang dipercaya mengemban amanah sebagai rektor adalah seseorang yang tidak asing bagi saya. Beliau pernah menjadi dosen yang mengajar saya secara langsung ketika menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Assoc. Prof. Dr. Mardalena, M.Pd., BI.
Bagi saya, guru tetaplah guru. Setinggi apa pun jabatan yang disandang muridnya, setinggi apa pun perjalanan hidup yang ditempuh, seorang guru akan selalu memiliki tempat terhormat dalam hati dan penghormatan murid-muridnya. Beliau adalah salah satu sosok yang pernah memberikan ilmu, wawasan, dan pengalaman akademik kepada saya. Karena itu, dengan penuh rasa hormat, saya mengucapkan selamat atas pelantikan sebagai Rektor Universitas Merangin.
Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, kebijaksanaan, dan dedikasi. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Universitas Merangin semakin maju, semakin berkualitas, serta mampu menjadi pusat lahirnya generasi intelektual yang berdaya saing dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.
Sebagai mantan mahasiswa yang pernah merasakan dinamika kehidupan kampus ini, saya juga menitipkan sebuah harapan. Hidupkan kembali organisasi-organisasi kemahasiswaan seperti BEM, BPM, HMJ, dan berbagai wadah pengembangan mahasiswa lainnya. Sebab organisasi kemahasiswaan bukan sekadar pelengkap kehidupan kampus, melainkan laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya.
Di dalam organisasi, mahasiswa belajar tentang manajemen, komunikasi, diplomasi, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, serta tanggung jawab sosial yang tidak selalu ditemukan di ruang-ruang perkuliahan. Organisasi adalah tempat lahirnya para pemimpin, aktivis, birokrat, akademisi, dan tokoh masyarakat masa depan. Kampus yang besar bukan hanya kampus yang unggul dalam akademik, tetapi juga kampus yang mampu melahirkan mahasiswa yang aktif, kreatif, kritis, dan berkarakter.
Pada akhirnya, sejarah telah membawa saya pada berbagai persimpangan jalan. Dari seorang mahasiswa, aktivis kampus, hingga harus meninggalkan bangku kuliah tanpa menyandang gelar dari kampus ini. Namun satu hal yang tidak pernah berubah: rasa hormat kepada para guru dan kecintaan terhadap almamater yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya.
Selamat kepada Assoc. Prof. Dr. Mardalena, M.Pd., BI atas amanah yang diberikan. Semoga Universitas Merangin terus tumbuh menjadi kebanggaan masyarakat Merangin dan menjadi mercusuar pendidikan yang melahirkan generasi-generasi terbaik untuk masa depan Indonesia.***

