Redaksijambi.com (Bangko) — Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko dalam meningkatkan kualitas pelayanan terus diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui koordinasi terkait pengelolaan limbah medis bersama Puskesmas Pematang Kandis.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, didampingi Kasi Binapigiatja Ali Sodikin dan Kasubsi Perawatan Amra, melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Pematang Kandis, dr. Henra Wijaya.
Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama antara Lapas Bangko dan Puskesmas Pematang Kandis dalam pengelolaan limbah medis yang berasal dari pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas.
Rencana kerja sama tersebut nantinya akan dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan limbah medis dilakukan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab.
Pengelolaan limbah medis menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di Lapas. Penanganan yang tepat diperlukan guna meminimalkan risiko terhadap kesehatan sekaligus menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, menyampaikan bahwa rencana kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Lapas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Kami ingin memastikan seluruh aspek pelayanan di Lapas berjalan dengan baik, termasuk pengelolaan limbah medis. Melalui sinergi dengan Puskesmas Pematang Kandis, kami berharap pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara optimal, aman, dan sesuai ketentuan,” ujar Syaikoni.
Sementara itu, dr. Henra Wijaya menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Sinergi antara Lapas dan Puskesmas diharapkan dapat menciptakan mekanisme pengelolaan limbah medis yang lebih terarah serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan aman.
Rencana penandatanganan MoU ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Bangko dan Puskesmas Pematang Kandis, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan dan pengelolaan lingkungan.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan pengelolaan limbah medis dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung terciptanya pelayanan yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, serta pemasyarakatan yang semakin berkualitas. (dEn)



