Bersholawat Untuk Negeri, Menjaga Hati, Membangun Diri

Redaksijambi.com (Bangko) – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko, lantunan sholawat menggema. Bukan sekadar suara yang memenuhi ruangan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap manusia masih memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.

Melalui kegiatan “Bersholawat untuk Negeri” bersama Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Merangin, warga binaan diajak sejenak menundukkan hati, mengingat Sang Pencipta, sekaligus merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui.

Dalam suasana religius dan penuh kebersamaan, warga binaan bersama para petugas mengikuti lantunan sholawat, doa, serta tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Sunaryo, Ustaz Sofyan, dan Ustaz H. Su’ud.

Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang kehidupan. Tentang kesalahan yang pernah dilakukan, penyesalan yang mungkin masih tersimpan, serta harapan untuk membuka lembaran baru.

Sebab, masa lalu memang tidak dapat diubah. Namun, masa depan masih bisa diperjuangkan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan penguatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menjadikan masa pembinaan sebagai ruang untuk melakukan introspeksi dan perubahan.

Bersholawat bukan sekadar kegiatan seremonial. Di tengah keterbatasan ruang dan panjangnya masa pembinaan, lantunan sholawat menjadi bagian dari upaya menghadirkan ketenangan hati sekaligus menumbuhkan harapan.

Bahwa mereka bukan hanya sedang menjalani hukuman, tetapi juga sedang diberi kesempatan untuk membenahi diri.

Kesalahan boleh menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tidak harus menjadi penentu masa depan.

Kalapas Bangko, Syaikoni, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan.

“Pembinaan di Lapas bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pidananya, tetapi bagaimana mereka dapat memanfaatkan waktu selama berada di sini untuk melakukan perubahan. Melalui kegiatan bersholawat ini, kami berharap warga binaan mendapatkan ketenangan hati, motivasi, serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Syaikoni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Merangin yang telah memberikan ilmu, nasihat, dan motivasi kepada warga binaan.

Kolaborasi antara Lapas Bangko dan Kementerian Agama Kabupaten Merangin menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan warga binaan.

Bukan hanya membekali keterampilan dan kemandirian, tetapi juga membangun kembali sisi kepribadian, mental, dan spiritual mereka.

Karena pada akhirnya, pembinaan bukan semata tentang bagaimana seseorang melewati masa hukuman, tetapi tentang bagaimana ia keluar dari tempat ini dengan membawa tekad untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Dari balik tembok Lapas Bangko, lantunan sholawat pun terus menggema. Menyimpan doa, menumbuhkan harapan, dan mengingatkan bahwa selalu ada jalan untuk kembali.

Bersholawat untuk Nabi, berdoa untuk negeri, berbenah untuk diri, dan menatap masa depan dengan hati yang lebih baik. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru