Redaksijambi.com (MERANGIN) – Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan komitmen dan konsistensinya dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dinilai tidak cukup hanya dengan membangun sarana dan prasarana, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya pendidik.
Hal tersebut disampaikan Bupati Merangin saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran, Literasi dan Numerasi, Tata Kelola Pendidikan (SPMI) melalui BOSP Kinerja Terbaik dan BOSP Afirmasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa gedung sekolah yang megah memang menjadi salah satu penunjang pendidikan, namun bukan menjadi satu-satunya penentu keberhasilan proses belajar mengajar.
“Bukan gedung yang megah yang menentukan maju dan berhasilnya pendidikan. Gedung memang menjadi penunjang, tetapi ada yang lebih penting, yaitu sumber daya pendidik,” tegasnya.
Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan generasi penerus. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak.
Ia pun mengapresiasi para guru yang mengikuti kegiatan bimtek tersebut. Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat, para pendidik dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
“Dunia pendidikan saat ini sudah berkembang. Sekarang sudah ada digitalisasi pembelajaran. Guru-guru dituntut untuk terus berkembang,” ujarnya.
Bupati berharap, keikutsertaan guru dalam bimtek tidak hanya sebatas memenuhi persyaratan administrasi, sertifikasi, maupun kepentingan jabatan. Lebih dari itu, ilmu yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan ketika kembali ke sekolah masing-masing.
“Kalau hanya sekadar untuk mendapatkan sertifikasi, memenuhi syarat jabatan atau lainnya, lebih baik tidak usah ikut bimtek. Tetapi lebih daripada itu yang saya harapkan. Setelah mengikuti bimtek dan kembali ke sekolah, harus punya semangat yang baru, punya inovasi dan keinginan mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan,” katanya.
Ia juga mendorong para guru agar terus kreatif dalam mencari metode dan gagasan baru dalam pembelajaran. Perubahan pola pikir atau mindset dinilai penting agar guru mampu menciptakan proses belajar yang lebih menarik, efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Guru harus kreatif mencari ide-ide baru, mengubah mindset, memiliki semangat baru dengan inovasi-inovasi baru,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati menyebut profesi guru sebagai salah satu profesi yang memiliki kemuliaan besar. Sebab, dari tangan para guru lahir berbagai profesi dan pemimpin yang nantinya berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
“Orang yang paling mulia adalah guru, karena dari guru lahir orang-orang hebat. Dari guru lahir calon presiden, calon bupati dan pemimpin-pemimpin lainnya,” ungkapnya.
Kegiatan bimtek tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik, khususnya dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis digital, peningkatan literasi dan numerasi, serta penguatan tata kelola pendidikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Merangin, Asisten I Setda Merangin, Kepala Kejaksaan Negeri Merangin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Merangin, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin. (dEn)



