Lapas Bangko Gelar Salat Istisqa, Di Tengah Kemarau Panjang Mereka Menengadah Memohon Hujan

Redaksijambi.com (Merangin) – Di tengah kemarau yang tak kunjung berakhir, halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko dipenuhi suasana khidmat. Petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menengadahkan tangan, memanjatkan doa melalui Salat Istisqa, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Salat Istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kemarau berkepanjangan yang terjadi di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Merangin.

Bukan sekadar rangkaian ibadah, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi jajaran Lapas Bangko dan warga binaan untuk bersama-sama melakukan introspeksi, memperkuat ketakwaan, sekaligus memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT.

Dengan penuh kekhusyukan, seluruh peserta mengikuti pelaksanaan salat hingga selesai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama yang secara khusus memohon agar hujan segera turun, membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

Kalapas Bangko, Syaikoni, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama antara petugas dan warga binaan dalam menghadapi kondisi kemarau yang cukup panjang.

“Di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang, khususnya di Kabupaten Merangin, kita bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT. Semoga Allah memberikan keberkahan dan segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syaikoni.

Menurutnya, kemarau bukan hanya persoalan berkurangnya ketersediaan air. Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bagi manusia untuk kembali menyadari keterbatasan diri dan pentingnya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bersyukur, menjaga lingkungan, memperbanyak doa, serta senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT,” katanya.

Syaikoni menambahkan, kegiatan keagamaan seperti Salat Istisqa juga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya diajak menjalankan ibadah, tetapi juga membangun kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.

Bagi Lapas Bangko, kebersamaan dalam Salat Istisqa menjadi gambaran bahwa ikhtiar menghadapi kemarau tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah teknis, tetapi juga melalui doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Di bawah teriknya kemarau, petugas dan warga binaan pun berdiri dalam barisan yang sama—menunaikan ibadah, bermunajat, dan berharap langit segera menurunkan hujan yang membawa kehidupan dan keberkahan. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru