Redaksijambi.com.SAROLANGUN,– Bupati Sarolangun H. Hurmin memimpin Apel Gabungan dan Gelar Pasukan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, instansi terkait, serta para relawan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Dalam amanatnya, Bupati Hurmin menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat pemerintah.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha hingga masyarakat. Pencegahan harus menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak terjadi,” tegas Bupati Hurmin.
Bupati mengungkapkan, berdasarkan pemantauan hingga akhir Juni 2026, terdapat ratusan titik panas yang terpantau di wilayah Kabupaten Sarolangun. Karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan patroli, memperkuat deteksi dini, dan segera merespons apabila ditemukan potensi kebakaran.
“Saya menginstruksikan seluruh camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh stakeholder untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan,” ujar Hurmin.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peralatan dan personel selalu dalam kondisi siap siaga sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran.
Apel siaga tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Forkopimda dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko bencana Karhutla serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Sarolangun.**



