Warga Desa Seko Besar Keluhkan Krisis Air Bersih, Satgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko Gunakan Geolistrik untuk Deteksi Air Tanah

Redaksijambi.com Sarolangun — Puluhan tahun warga Desa Seko Besar, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi geografis desa yang didominasi perbukitan menjadi kendala utama warga dalam mencari sumber air.

Keluhan tersebut kini diakomodasi oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko. Satgas menurunkan alat geolistrik untuk mencari sumber air tanah. Alat ini berfungsi mendeteksi keberadaan air tanah (akuifer), ketebalan lapisan tanah, struktur batuan, serta mendukung investigasi geoteknik dan lingkungan.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0420/Sarko, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, mengatakan selama ini warga Desa Seko Besar sangat kesulitan mendapatkan sumber air bersih.

“Selama ini warga membuat sumur tanpa peralatan memadai, hanya berdasarkan perkiraan sehingga air yang dihasilkan tidak bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan alat geolistrik akan membuat pencarian sumber air lebih tepat sasaran.

“Dengan alat geolistrik ini, kita bisa mendeteksi kedalaman dan lokasi air tanah yang layak dikonsumsi. Selama ini air yang digunakan warga keruh dan berbau, sehingga tidak layak konsumsi. Melalui teknologi ini, sumur bor yang kita buat sebanyak tujuh titik di lokasi TMMD diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Seko Besar,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Seko Besar, Fatur, menyampaikan rasa syukur atas program TMMD dari TNI.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur desa kami dipilih menjadi lokasi TMMD. Kebutuhan air bersih memang sudah lama diharapkan warga. Selama ini sumur dibuat dengan peralatan seadanya sehingga airnya tidak layak. Semoga dengan program sumur bor dari TMMD ke-128 ini, warga tidak lagi mengeluhkan kebutuhan air bersih,” ungkapnya. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru