Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada Fokus Tingkatkan Bacaan Al-Qur’an Melalui Program Tahsin

Redaksijambi.com.MERANGIN – Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada terus berkomitmen membina santri dan santriwati agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar melalui program Tahsin Al-Qur’an.
Program ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum para santri memasuki program tahfiz atau menghafal Al-Qur’an. Dengan bacaan yang benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf, proses menghafal Al-Qur’an akan menjadi lebih mudah, lancar, dan berkualitas.

Pimpinan Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada, Ustaz Ahmad Saukani, M.Pd.Al., Al Hafidz, menjelaskan bahwa pembinaan Tahsin merupakan pondasi utama dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.

“Santri dan santriwati harus terlebih dahulu mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Jika bacaannya sudah benar, maka insya Allah proses menghafal Al-Qur’an akan menjadi lebih mudah dan hafalannya akan lebih kuat. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi juga untuk dipahami, diamalkan, dan menjadi pedoman hidup,” ujarnya.

Sebagai seorang hafidz Al-Qur’an dan lulusan Mesir, Ustaz Ahmad Saukani berkomitmen membimbing para santri dengan metode yang telah dipelajarinya selama menempuh pendidikan. Seluruh ilmu dan pengalamannya akan diterapkan dengan penuh keikhlasan demi melahirkan generasi Qur’ani yang berkualitas. Ia juga memberikan motivasi kepada para santri agar selalu mencintai Al-Qur’an.

“Jangan pernah lelah belajar Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca bernilai ibadah, setiap ayat yang dihafal akan menjadi cahaya dalam kehidupan. Barang siapa menjaga Al-Qur’an, maka Allah akan menjaga kehidupannya. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat terbaik, karena kemuliaan seorang muslim terletak pada kedekatannya dengan Kalamullah,” pesan Ustaz Ahmad Saukani.

Menurutnya, tujuan pendidikan di Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada tidak hanya mencetak santri yang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berkarakter Islami, serta siap menjadi generasi penerus agama, bangsa, dan negara.

Melalui pembinaan Tahsin yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada berharap mampu melahirkan hafidz dan hafidzah yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang fasih, hafalan yang kuat, serta akhlak yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi para orang tua yang ingin putra-putrinya mendapatkan pendidikan agama yang berlandaskan Al-Qur’an, Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada masih membuka penerimaan santri dan santriwati baru Tahun Ajaran 2026/2027. Selain program Tahfiz Al-Qur’an, pondok pesantren juga menyelenggarakan pembelajaran ilmu agama, pembinaan akhlak, serta pengembangan kaligrafi Islam sebagai bekal generasi Qur’ani di masa depan.(Red)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru