GP Ansor Merangin Kecam Keras Dugaan Kelalaian Kacab BSI, Minta Pertanggungjawaban atas Kegagalan Kehadiran Ketua Umum pada Pelantikan Ansor

Redaksijambi.com. MERANGIN – Kekecewaan mendalam menyelimuti keluarga besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Merangin menyusul tidak hadirnya Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor dalam agenda Inaugurasi Pengurus Cabang GP Ansor Merangin dan Apel Kebangsaan 1.000 Banser yang telah dipersiapkan secara matang selama lebih dari satu bulan.

Panitia pelaksana dan jajaran pengurus GP Ansor Merangin menilai kegagalan kehadiran Ketua Umum tersebut diduga kuat dipicu oleh persoalan koordinasi penjemputan yang melibatkan Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Merangin.

Ketua Panitia Pelaksana, Hajrul Aswad, menyampaikan kecaman keras atas peristiwa yang menurutnya telah merusak marwah organisasi dan menghancurkan kerja keras seluruh panitia yang telah berjuang tanpa mengenal waktu demi menyukseskan agenda besar tersebut.

“Kami sangat kecewa dan mengecam keras tindakan yang kami nilai telah mengacaukan seluruh rangkaian kegiatan organisasi. Persiapan dilakukan siang dan malam selama lebih dari satu bulan. Ribuan kader Banser, tamu undangan, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah telah hadir. Namun akibat persoalan yang seharusnya tidak perlu terjadi, agenda penting organisasi menjadi terganggu dan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Hajrul.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, tetapi juga kerugian moril yang jauh lebih besar karena mencederai kepercayaan kader dan masyarakat yang telah menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami merasa kerja keras panitia seakan tidak dihargai. Banyak tamu undangan yang telah menunggu berjam-jam akhirnya memilih meninggalkan lokasi. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut penghormatan terhadap organisasi, kader, dan masyarakat yang hadir,” ujarnya.

Hajrul menegaskan bahwa panitia meminta Kepala Cabang BSI Merangin memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka kepada publik atas kegaduhan yang terjadi.

“Kami menuntut adanya penjelasan yang jujur dan terbuka. Jika memang terdapat kesalahan atau kelalaian, maka harus ada keberanian untuk bertanggung jawab. Jangan sampai persoalan ini dianggap sepele karena dampaknya sangat besar bagi organisasi kami,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Merangin, Rizky Okfiandi, juga menyampaikan kekecewaan mendalam dan menilai peristiwa tersebut telah melukai perasaan ribuan kader Ansor dan Banser yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kehadiran Ketua Umum merupakan momen bersejarah bagi kader Ansor Merangin. Ketika momentum besar itu gagal terwujud, tentu kekecewaan yang dirasakan kader sangat besar. Kami meminta pihak yang bertanggung jawab untuk tidak menghindar dan segera memberikan klarifikasi kepada publik,” tegas Rizky.

Ia menambahkan bahwa GP Ansor Merangin akan menempuh langkah-langkah organisasi guna memperjuangkan kejelasan atas peristiwa tersebut dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kami tidak ingin ada pihak yang meremehkan organisasi kami. Ansor dan Banser adalah organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga bangsa dan negara. Karena itu kami meminta persoalan ini disikapi secara serius dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (Kacab BSI ) Merangin.(Red)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru