Redaksijambi.com KOTA JAMBI – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kota Jambi Angkatan ke-14 resmi ditutup pada Sabtu (12/9/2026) di Abadi Hotel Jambi. Dari 25 wartawan yang mengikuti UKW, sebanyak 24 peserta dinyatakan kompeten, sementara satu peserta belum dinyatakan kompeten. UKW berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026). Para peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi serta beberapa daerah di luar Provinsi Jambi.
Sebanyak 25 peserta tersebut mengikuti pengujian yang terbagi dalam lima kelas, terdiri atas dua kelas jenjang muda, dua kelas jenjang madya, dan satu kelas jenjang utama. Sebelum menutup rangkaian kegiatan, Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, mengatakan UKW tidak hanya menguji kemampuan teknis seorang wartawan, tetapi juga mengukur sejumlah aspek penting yang menjadi standar kompetensi jurnalis. Menurutnya, terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian dalam proses pengujian, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.
“Para peserta yang dinyatakan kompeten mengukur setidaknya tiga aspek. Pertama, skill, seperti menulis, mengolah, memahami. Kedua, knowledge tentang jurnalistik, pengetahuan umum maupun khusus berkaitan dengan penugasan,” ujar Nurcholis. Ia menjelaskan, aspek berikutnya adalah awareness, yakni kemampuan wartawan dalam menangkap nilai sebuah peristiwa atau memiliki sense of news.
“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” katanya.
Sementara aspek keempat adalah leadership. Menurutnya, wartawan juga dituntut memiliki kemampuan berkoordinasi dalam menjalankan tugas serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.
“Segala sesuatunya harus dikoordinasikan, dilaporkan,” ujarnya.
Nurcholis juga menyampaikan pesan Ketua Umum PWI agar para wartawan yang telah dinyatakan kompeten mampu menjaga kompetensi yang telah diperoleh. Menurutnya, predikat kompeten tidak semestinya hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk menjaga marwah dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Pesan Ketua Umum PWI Pusat agar menjaga marwah predikat kompeten, bukan hanya menjadi kebanggaan, tapi juga tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa UKW bukanlah akhir dari proses pembelajaran seorang wartawan. Sebaliknya, UKW menjadi titik awal untuk membuktikan kompetensi melalui karya dan kerja jurnalistik di lapangan.
“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir. Pembuktiannya adalah di lapangan,” ujar Nurcholis.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya UKW PWI Kota Jambi Angkatan ke-14.
Ia mengapresiasi para penguji dari PWI Pusat yang telah menjalankan proses pengujian secara profesional sekaligus memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada para peserta.
Irwansyah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian UKW selama dua hari dengan penuh keseriusan.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti UKW ini dengan baik. Bagi yang dinyatakan kompeten, tentu ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas dalam menjalankan tugas sebagai wartawan,” ujar Irwansyah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk sponsor dan pihak pendukung lainnya, yang telah membantu terselenggaranya UKW PWI Kota Jambi Angkatan ke-14.
“Saya berharap pelaksanaan UKW ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas wartawan, khususnya di Jambi, sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan memiliki nilai bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta serta menyanyikan lagu kebangsaan Bagimu Negeri.
Momen tersebut menjadi penutup rangkaian UKW sekaligus pengingat bahwa kompetensi wartawan harus bermuara pada pengabdian, kecintaan terhadap bangsa, serta tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.(Red)



