Redaksijambi.com (Bangko) — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko yang langsung mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi lintas instansi.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, melakukan koordinasi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Zulhifni, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, Muhammad Sahari. Dalam kesempatan tersebut, Syaikoni didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Budi Sutiyo.
Koordinasi tersebut membahas perkembangan kondisi Karhutla sekaligus langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan keamanan di lingkungan Lapas Bangko.

Kondisi kualitas udara menjadi perhatian karena Lapas Bangko merupakan lingkungan dengan jumlah warga binaan dan petugas yang cukup banyak. Untuk itu, kesiapsiagaan serta komunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis perlu terus diperkuat guna menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi kabut asap.
“Kita perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD sangat penting agar apabila terjadi peningkatan kondisi kabut asap, kita sudah memiliki langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan warga binaan maupun petugas,” ujar Syaikoni.
Sementara itu, Sekda Merangin Zulhifni dan Kepala BPBD Muhammad Sahari turut memberikan perhatian terhadap perkembangan Karhutla serta dampaknya bagi masyarakat. Sinergi antarinstansi dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Melalui koordinasi tersebut, Lapas Bangko menunjukkan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Merangin dan instansi terkait dalam menghadapi potensi dampak Karhutla.
Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran pelayanan pemasyarakatan, sekaligus memastikan kesehatan serta keselamatan warga binaan dan petugas tetap menjadi prioritas di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah Merangin. (dEn)



