Sarat Nilai Budaya, Makan Benampan Duduk Basilo Jadi Penutup MPLS SMP Negeri 4 Merangin

Redaksijambi.com (MERANGIN) – Ada yang berbeda pada penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 04 Merangin, Jumat (17/7/2026). Sekolah tersebut menutup rangkaian MPLS melalui tradisi Makan Benampan Duduk Basilo, budaya Melayu yang sarat nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, Hindra Mashuri. Menurutnya, tradisi daerah seperti Makan Benampan Duduk Basilo tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik.

“Tradisi seperti ini patut dipertahankan. Selain melestarikan budaya daerah, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan memperkuat karakter peserta didik,” ujar Hindra.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Merangin untuk menghadirkan pendidikan yang berakar pada budaya lokal.

“Makan dinampan duduk baselo adalah budaya daerah kita. Di sinilah akan terbentuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Mari kita jaga, lestarikan, dan bina bersama,” tambahnya.

Selain itu, Hindra berpesan kepada seluruh siswa baru agar bersyukur karena telah melewati proses seleksi yang ketat untuk bisa menempuh pendidikan di SMPN 04 Merangin.

“Banyak di luar sana yang ingin masuk ke SMPN 04 Merangin. Karena itu, berikan yang terbaik, jaga nama baik sekolah, dan ukir prestasi hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 04 Merangin, Tri Ragil Minerva, S.Pd., Gr., mengatakan tradisi Makan Benampan Duduk Basilo dipilih karena sejalan dengan semangat MPLS Ramah yang menanamkan nilai persaudaraan, disiplin, dan tanggung jawab.

“Seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan,” katanya.

Penutupan MPLS berlangsung hangat saat siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan tanpa sekat. Momen tersebut menjadi simbol bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menjaga budaya dan membentuk generasi yang berkarakter. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru