Redaksijambi.MERANGIN – Santri dan santriwati Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada terus dibekali berbagai ilmu keislaman sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengembangan bakat. Salah satu materi yang mulai diberikan adalah sejarah dan seni kaligrafi Arab yang disampaikan langsung oleh Direktur Kaligrafi Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada, Ustadz Baldhy Khalik.
Dalam kegiatan belajar tersebut, para santri dikenalkan dengan sejarah perkembangan kaligrafi Islam sejak masa awal penyebaran agama Islam hingga menjadi salah satu cabang seni yang memiliki nilai dakwah, pendidikan, dan budaya.
Ustadz Baldhy Khalik menjelaskan bahwa kaligrafi Arab bukan hanya sekadar seni menulis indah, tetapi juga merupakan media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta melatih kesabaran, ketelitian, dan kreativitas para santri.
“Belajar kaligrafi adalah bagian dari menjaga warisan peradaban Islam. Dengan mengenal sejarahnya, santri tidak hanya mampu menulis huruf Arab dengan indah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.
Melalui pembelajaran ini, Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga terampil dalam seni kaligrafi Islam sehingga dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Program pengembangan kaligrafi menjadi salah satu keunggulan Pondok Pesantren Man Jadda Wajjada dalam membina santri agar memiliki kompetensi keagamaan, keterampilan seni Islami, serta akhlak yang mulia.
“Kaligrafi bukan sekadar goresan tinta, tetapi goresan iman yang lahir dari hati yang mencintai Al-Qur’an. Semoga setiap huruf yang ditulis menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kehidupan.”tuntasnya.(Red)



