Universitas Merangin Fest Hari Pertama Dibuka, Lomba Tari Pelajar hingga UMKM Ramaikan Kampus

Redaksijambi.com (Merangin) – Universitas Merangin Fest resmi digelar dan langsung menyedot perhatian publik. Pada hari pertama, Rabu (21/1/2026), suasana kampus Universitas Merangin dipenuhi semangat seni dan kreativitas lewat lomba tari pelajar serta bazar UMKM mahasiswa.

Lomba tari tingkat SD dan SMA menjadi pembuka acara. Sebanyak 17 peserta tampil membawakan tarian dengan beragam konsep, menonjolkan kekayaan budaya lokal dan ekspresi seni generasi muda Merangin.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi PGSD Universitas Merangin, Fernaldi, M.Pd. Dalam sambutannya, Fernaldi menyebut Universitas Merangin Fest merupakan bentuk pengembangan dari ujian praktik mahasiswa PGSD yang dikemas menjadi kegiatan terbuka dan melibatkan masyarakat luas.

“Ini merupakan pengembangan dari ujian mahasiswa PGSD. Kami kemas lebih luas agar mahasiswa tidak hanya dinilai secara akademik, tetapi juga belajar mengelola kegiatan, berkolaborasi, dan berkontribusi langsung di ruang publik,” ujar Fernaldi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Fernaldi berharap Universitas Merangin Fest dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan kampus.

“Terima kasih kepada panitia, mahasiswa, dan seluruh pihak pendukung. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan Universitas Merangin dan terus berkembang ke depannya,” tambahnya.

Tak hanya itu, deretan stand UMKM mahasiswa turut meramaikan lokasi kegiatan. Produk-produk kreatif yang dipamerkan menjadi bagian dari upaya kampus dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus wadah praktik langsung bagi mahasiswa.

Ketua Panitia Universitas Merangin Fest, Febra Muyu Sari, M.Sn, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus edukasi seni bagi pelajar dan mahasiswa.

“Lewat lomba tari dan UMKM di hari pertama, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap budaya serta mendorong semangat kreatif dan mandiri. Harapannya, Universitas Merangin Fest bisa menjadi agenda budaya tahunan di Merangin,” ujar Febra.

Panitia pelaksana dari Dewan Kesenian Merangin, Yanto Bule, menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kekuatan utama acara ini.

“Sinergi kampus, dewan kesenian, dan komunitas seni sangat penting. Antusiasme pelajar dan keterlibatan mahasiswa hari ini menunjukkan potensi seni-budaya Merangin sangat besar,” ujarnya.

Universitas Merangin Fest digelar selama dua hari, 21–22 Januari 2026. Pada hari kedua, agenda akan dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya, workshop literasi, bedah buku, serta peluncuran tiga buku berjudul Surat-Surat Sunyi, Betandang, dan Cahaya yang Tak Terlihat.

Mengusung jargon “Adat Dijunjung, Budayo Kito Jago”, Universitas Merangin Fest diharapkan menjadi ruang pertemuan seni, literasi, dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Merangin. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru