Redaksijamabi.com.MERANGIN,– Bupati Merangin, M. Syukur, kembali melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Subling) sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Mamba’ul Hikmah, Desa Pulau Rengas Ulu, Kecamatan Bangko Barat, pada Jumat (15/5).
Didampingi Wakil Bupati A. Khafidh, Sekda Zulhifni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati M. Syukur mengikuti Salat Subuh berjamaah yang diimami oleh Ustadz Mahmudi dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada fakir miskin serta anak yatim di wilayah setempat.
Dalam diskusi ringan, Bupati M. Syukur menanggapi keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan yang dinilai lambat pengerjaannya.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis kendala ada pada proses perencanaan dan penyesuaian harga di Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Mudah-mudahan tahun ini sedikit demi sedikit tetap kita prioritaskan. Bahkan kita sekarang sudah beli alat berat, ada dua unit grader dan dua unit bomag untuk membantu daerah yang sulit dilewati kendaraan,” ujar Bupati M. Syukur.
Ia menjelaskan bahwa strategi pemerintah saat ini berfokus pada fungsionalitas jalan.
“Prinsipnya sekarang bukan aspal, tetapi pemantapan jalan. Yang penting masyarakat bisa lewat, jalan lancar, sehingga ekonomi masyarakat bisa terus berputar,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Bupati juga membawa kabar baik mengenai peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD Merangin. Saat ini, warga Merangin tidak perlu lagi dirujuk ke wilayah lain seperti Muaro Bungo untuk pemeriksaan jantung.
“Sudah ada alat untuk periksa jantung dan pembuluh darah jantung di sana. Kemarin saya cek, pasien dari Jangkat, Sarolangun, bahkan perbatasan Batanghari sudah berobat ke Merangin. Saya berharap ke depan warga Merangin sehat-sehat semua,” tuturnya.
Bupati M. Syukur juga memberikan pesan edukatif mengenai dunia pendidikan keagamaan. Ia meminta masyarakat bijak dalam melihat isu-isu negatif yang terkadang menerpa institusi pesantren.
“Walaupun ada oknum tertentu yang membuat image pesantren jadi buruk, itu hanya sebagian kecil. Itu bukan ulah pesantrennya, tapi ulah orangnya,” tegasnya di hadapan jamaah. (Indra/van/Kominfo)

