Semakin Menggila :  Akun Ipan Saputra Jadikan Konten PETI di Hulu Sungai Sebagai Tontonan Publik Penegak Hukum Masih Diam

foto/ Hasil tangkapan layar ,Postingan Terbaru: “Haa..ko caiir ko..rami penonton..” Sambil Tunjukkan Tebing Longsor & Excavator di Hutan hulu sungai

Redaksijambi.com.MERANGIN, – Akun Facebook atas nama Ipan Saputra semakin menjadi-jadi memposting aktivitas PETI.
Postingan terbaru  jam lalu, hari kamis  21 mei 2016, menunjukkan aktivitas pengrukasan hutan di hulu sungai dengan tebing longsor dan kondisi hutan gundul.

Terlihat juga dalam .postingan dielakang kerumunan warga terlihat 1 unit excavator SANY. Dijadikan Tontonan publik di media sosial Facebook.

Caption pelaku: Haa..ko caiir ko..rami penonton.. 😂😂
Kerusakan lingkungan dijadikan hiburan. Hukum dijadikan lelucon. Dalam postingan diakun Facebook sebuh konten Foto memperlihatkan: aliran sungai keruh, tebing sungai terkikis hutan dibabat semau nya , orang bekerja di badan sungai, dan excavator sebagai alat media utama dalam kegiatan yang terlihat penambang emas
Ini bukti baru PETI skala industri di kawasan hutan & hulu sungai di Merangin terancam punah .

Selama mereka tidak tersentuh oleh penegak hukum, setiap hari apdate konten merusak alam, untuk kegiatan penambangan emas.

Hasil pantau  redaksi mencatat postingan akun tersebut rutin memposting konten-konten pengrusakan alam dan kegiatan penambangan Emas slberskala besar dan puluhan alat berat eksavator berbagai jenis merek dalam postingan konten Ipan sapi diantara terlihat
1. Kayu gelondongan
2. Sungai rusak
3. Hutan gundul & drum biru
4. 4 excavator SANY di bawah jembatan
5. Emas 8.05 gram
6. Persiapan meluncur kita..bro
7. Terbaru: Hulu sungai longsor dijadikan tontonan

Akun Facebook dengan 4 ribu lebih pengikut. Semua Publik artinya semua orang bebas mengakses. Tapi hingga hari ini, Polda Jambi, Polres Merangin belum terlihat melakukan penyitaan atau penangkapan.
Hukum Kalah Sama Konten
Sekilas terlihat Hukum kalah Samo kontern kereator , kenapa tidak Ketika pelaku PETI berani tulis rami penonton sambil merusak hulu sungai, itu artinya dia yakin tidak akan ditindak.

Diamnya aparat hukum  merupakan lampu hijau bagi pelaku. Padahal lokasi hulu sungai adalah kawasan lindung. Rusaknya hulu = banjir bandang hilir. Taruhannya nyawa khusus nya warga Sungai Manau dan masyarakat yang berada dibayaran sungai pada umumnya.

Sementara itu Koord: Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) Masroni , dirinya merasa miris melihat kerusakan alam Merangin yang nyaris punah yang konten kegiatan PETI yang setiap hari posting dengan melihat hal teraebut, dirinya meminta pihak kepolisian Kapolda Jambi maupun Kapolres Merangin untuk mengambil tindakan tegas jika masih bicara bukti, setiap hari sudah posting di beranda facebook Ipan Saputra disajikan setiap hari kepublik di media sosial miliknya.

“Publik nunggu satu hal dari penegak  Sita alat berat dan Tangkap pelakunya., kalau dibilang bilelum cukup bukti setiap hari dibuat konten diakun Facebook kurang apa lagi, “pinta Roni.

“Jangan sampai tontonan di Facebook menjafi malapetaka , suatu saat kita akan di auguhkan  korban banjir bandang di dunia nyata.”tambahnya.**

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru