Pers Pilar Demokrasi dan Mitra Kritis Pemerintah

Redaksijambi.com (Merangin) – Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan peran strategis insan pers sebagai pilar demokrasi sekaligus pengawas kebijakan publik yang objektif dan konstruktif.

Penegasan itu disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Insan Pers Kabupaten Merangin yang berlangsung hangat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (04/03). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoirudin, Plt Kadis DPMPTSP Agus Salim Idris, serta Kabag Umum Setda Merangin Ari Aniko.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan media sebagai mitra kritis demi menjaga keseimbangan pembangunan.

“Tanpa media, jalannya roda pemerintahan tidak akan seimbang. Kita berjuang untuk tujuan yang sama—membangun daerah—hanya caranya berbeda. Saya melalui birokrasi dan anggaran, rekan-rekan melalui karya jurnalistik. Media adalah bagian dari pengawasan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperbaiki kinerja,” ujar M. Syukur.

Meski membuka ruang kritik, Bupati juga mengingatkan pentingnya prinsip tabayyun atau klarifikasi sebelum publikasi, sejalan dengan kode etik jurnalistik.

“Cek dulu kebenarannya. Jangan langsung menghujat tanpa dasar. Kalau informasinya akurat, masyarakat akan percaya dan semangat membacanya,” tambahnya.

Di hadapan awak media, Bupati secara terbuka memaparkan tantangan fiskal yang tengah dihadapi Kabupaten Merangin. Ia mengungkapkan, pada 2025 terjadi pemotongan anggaran hampir Rp150 miliar, sementara pada 2026 mencapai sekitar Rp240 miliar. Di sisi lain, belanja pegawai telah menyentuh 60 persen dari APBD, jauh di atas standar ideal 30 persen.

Dengan jumlah sekitar 11.000 pegawai (PNS dan P3K), ruang fiskal daerah menjadi terbatas. Namun demikian, ia memastikan pemerintah tetap berupaya kreatif agar pembangunan terus berjalan.

Isu lingkungan juga menjadi perhatian serius. Bupati meminta dukungan media untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kesadaran.

“Presiden sudah menyatakan perang terhadap sampah. Armada truk dan TPS sudah kita tambah. Tapi kendalanya adalah kesadaran. Kita harus punya budaya malu—malu buang sampah sembarangan, malu terlambat ke kantor,” tegasnya.

Sebagai bentuk keterbukaan dan apresiasi terhadap insan pers, Bupati berencana memfasilitasi Sekretariat Bersama bagi para jurnalis agar koordinasi dan diskusi ide pembangunan dapat lebih intensif.

“Saya tidak pernah menutup diri. Silakan manfaatkan ruang di Kominfo untuk sekretariat bersama. Kadang ide teman-teman media justru lebih segar dibandingkan di OPD. Kami butuh masukan itu agar perencanaan program lebih matang,” pungkasnya.

Momentum buka puasa bersama ini tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga meneguhkan komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendorong pembangunan Merangin yang lebih transparan dan partisipatif. (Tim)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru