Karhutla di Area PT Jebus Maju Meluas, Tim Gabungan Butuh Water Bombing

Redaksijambi.com.MERANGIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini, kebakaran melanda area milik PT Jebus Maju, tepatnya di kawasan CAM 5.1, Selasa (14/9/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat -2.023933, 101.987950.

Informasi mengenai kebakaran tersebut disampaikan Risdianto, Direktur PT Jebus Maju. Hingga Selasa sore, api masih berkobar dan membakar kawasan hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Kondisi medan yang berupa perbukitan serta akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan menjadi salah satu kendala utama tim terpadu penanggulangan karhutla dalam melakukan pemadaman.

Selain medan yang sulit, jauhnya sumber air juga membuat proses pemadaman dari darat tidak dapat dilakukan secara maksimal. Petugas bersama pihak perusahaan terpaksa melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan yang tersedia.

“Untuk saat ini, kami bersama tim terpadu karhutla masih berupaya memadamkan api yang membakar wilayah kami. Namun, mengingat kondisi lokasi yang terbakar sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda empat, kami dari PT Jebus bersama tim karhutla hanya bisa melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya,” ujar Risdianto.

Terpisah, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah mengatakan, tim terpadu hingga saat ini masih terus berjibaku melakukan pemadaman guna mencegah api merambat ke wilayah lainnya.

“Meskipun dengan peralatan seadanya, kita terus bekerja keras bersama di lapangan agar api tidak meluas,” ungkap AKBP Kiki.

Menurutnya, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, terutama kondisi medan yang berbukit dan sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air.

“Kendala kita adalah medannya cukup sulit dijangkau serta ketersediaan sumber air. Namun tim tetap berusaha memadamkan api dengan sarana yang ada demi meminimalisir meluasnya areal yang terbakar,” jelasnya.

Kapolres berharap adanya dukungan pemadaman melalui udara untuk mempercepat penanganan karhutla tersebut.

“Kita berharap ada bantuan water bombing untuk bisa memadamkan api dari udara,” tegasnya.

Saat ini, tim terpadu masih melakukan pemadaman secara manual sekaligus melakukan pemantauan terhadap pergerakan api. Petugas berupaya membuat api tidak semakin meluas ke kawasan lainnya.

Sementara itu, dukungan pemadaman melalui udara dinilai sangat dibutuhkan mengingat kondisi medan yang menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan pemadam dari jalur darat.

Tim gabungan bersama pihak perusahaan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan, sembari menunggu dukungan pemadaman dari udara.

Hamas polres Merangin

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru