Bazar Produk Warga Binaan Meriahkan HBP ke-62, Ditjenpas Jambi Dorong Kemandirian dan UMKM

Redaksijambi.com (Jambi) — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi menggelar bazar produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi ini menampilkan beragam produk unggulan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Provinsi Jambi. Bazar tersebut menjadi ajang promosi sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keterampilan WBP.

Berbagai produk dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga kain batik khas hasil pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.

Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung berasal dari Lapas Kelas IIB Bangko. Dalam kesempatan tersebut, Lapas Bangko menampilkan sejumlah produk seperti sangkar burung, gantungan kunci, serta lukisan bernilai seni tinggi. Produk-produk tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian bagi WBP.

Selain itu, UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah Jambi juga memamerkan produk unggulan masing-masing. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Jambi, misalnya, menghadirkan batik karya WBP serta aneka makanan ringan yang siap dipasarkan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Dr. Tr. Irwan Rahmat Gumilar, menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini merupakan bagian dari upaya mendorong pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual. Ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk hasil karya WBP memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ke depan, kami berharap produk-produk ini dapat menembus pasar yang lebih luas dan menjadi kontribusi nyata pemasyarakatan dalam pemberdayaan ekonomi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Bangko menyebutkan keikutsertaan pihaknya dalam bazar ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Menurut dia, produk yang ditampilkan merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan dan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi para WBP.

Kegiatan bazar tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengubah stigma terhadap warga binaan, sekaligus menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkarya dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru