Air Mata Haru Warnai Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Iman SMAN 1 Merangin

Redaksijambi.com (Merangin) — Sebuah langkah besar dalam sejarah SMA Negeri 1 Merangin resmi dimulai. Kamis (22/1/2026), peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Iman SMAN 1 Merangin dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan haru.

Acara sakral ini diawali dengan tausyiah peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Ustadz H. Jonika Amdodi, mengingatkan pentingnya shalat dan peran masjid sebagai pusat pembinaan iman dan karakter generasi muda.

Kepala SMA Negeri 1 Merangin, Henang Priyanto, S.Pd., M.Si, dalam momen peletakan batu pertama tampak tak kuasa menahan haru. Air mata menetes dari wajahnya saat batu pertama diletakkan, menandai dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama menjadi harapan besar keluarga besar SMANSA.

“Masjid ini bukan sekadar bangunan, tapi tempat menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan kebersamaan bagi siswa-siswi kami, semoga dengan ini menjadi penggugur dosa-dosa kita” ungkap Henang dengan suara bergetar.

Pembangunan Masjid Nurul Iman ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 436.900.000. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun masjid yang representatif sebagai pusat ibadah, pembinaan rohani, dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.

Acara ini turut dihadiri oleh orang tua siswa, para alumni SMAN 1 Merangin, serta tamu undangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, yang bersama-sama menyaksikan tonggak awal pembangunan masjid kebanggaan sekolah tersebut.

Pihak sekolah membuka donasi dan partisipasi seluas-luasnya, terutama bagi para alumni SMA Negeri 1 Merangin yang ingin ikut ambil bagian dalam amal jariyah ini. Setiap rupiah yang disumbangkan akan menjadi investasi pahala yang terus mengalir, selama masjid digunakan untuk ibadah dan pendidikan.

Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BRI

A/n Masjid Nurul Iman SMANSA

No. Rekening: 0275-01-017966-53-3

Masjid ini diharapkan menjadi simbol persatuan lintas generasi—tempat di mana alumni, guru, siswa, dan masyarakat kembali menyatukan niat dalam kebaikan.

Bagi para alumni, inilah saatnya pulang lewat amal, meninggalkan jejak kebaikan di sekolah yang pernah menjadi saksi perjalanan masa depan. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru