Dari Balik Tembok Lapas, Kandang Burung Karya Warga Binaan Bangko Siap Go Public

Redaksijambi.com (BANGKO) – Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko, warga binaan terus menunjukkan bahwa masa pembinaan dapat menjadi ruang untuk belajar, berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan Lapas Bangko dilibatkan dalam pembuatan kandang burung dan kandang ayam. Hasil karya tersebut kini mulai diarahkan untuk go public, dengan pemasaran yang lebih luas agar dapat dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Lapas Bangko, Syaikoni, mengatakan pembuatan kandang tersebut merupakan bagian dari pembinaan produktif yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga harus memiliki nilai guna dan nilai jual.

“Kami ingin hasil karya warga binaan bisa dikenal dan dinikmati masyarakat. Karena itu, produk kandang burung dan ayam ini kami arahkan untuk go public, sehingga manfaatnya bisa lebih luas,” ujar Syaikoni.

Dalam proses pembuatannya, warga binaan dibekali keterampilan pertukangan, mulai dari tahap perancangan, perakitan hingga penyelesaian produk. Keterampilan tersebut terus diasah agar menghasilkan kandang dengan kualitas dan tampilan yang baik.

Selain kandang ayam, Lapas Bangko juga memproduksi kandang burung dengan desain yang menarik, termasuk untuk kebutuhan lomba. Produk tersebut tidak hanya mengutamakan fungsi, tetapi juga memperhatikan nilai estetika sehingga memiliki potensi jual yang lebih tinggi.

“Kandang burung ini kami buat dengan desain yang menarik, termasuk untuk kebutuhan lomba. Ini bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas,” tambahnya.

Untuk memperluas pemasaran, Lapas Bangko membuka peluang kerja sama dengan masyarakat, komunitas pecinta burung, peternak maupun pelaku usaha yang membutuhkan produk kandang.

Pemasaran akan terus dikembangkan agar hasil karya warga binaan semakin dikenal dan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian.

“Harapan kami, masyarakat bisa melihat langsung bahwa warga binaan bisa berubah, berkarya dan memberi manfaat. Ini bagian dari upaya kami mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan berdampak,” tutup Syaikoni.

Melalui program tersebut, Lapas Bangko menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada hasil nyata. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam mengenal dan menggunakan produk warga binaan menjadi bagian penting dalam membuka ruang reintegrasi sosial.

Sebab, dari balik tembok Lapas, bukan hanya hukuman yang dijalani, tetapi juga keterampilan yang dipersiapkan untuk bekal kembali ke tengah masyarakat. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img

Berita Terbaru