Redaksijambi.com (BANGKO) – Dari balik jeruji, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Bangko menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukan halangan untuk berkarya.
Melalui program pembinaan kemandirian pertanian, WBP Lapas Bangko berhasil memanen kangkung dan terong yang ditanam di lahan kosong area brandgang dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (30/9).
Tanaman tersebut dirawat langsung oleh WBP dengan pendampingan petugas, mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan hingga panen.
Menariknya, hasil panen tersebut tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pembinaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Bangko.
Sayuran hasil kebun WBP selanjutnya disalurkan ke dapur lapas untuk diolah menjadi bahan makanan bagi warga binaan. Langkah ini sekaligus mendukung upaya kemandirian pangan dan pemanfaatan lahan secara produktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, mengapresiasi hasil panen tersebut. Menurutnya, kegiatan bercocok tanam memberikan manfaat ganda bagi WBP.
“Ini bukti nyata pembinaan kemandirian yang berhasil. Kita manfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam. Selain memberikan keterampilan bertani sebagai bekal bagi WBP saat bebas nanti, hasilnya juga bermanfaat untuk mendukung kebutuhan dapur lapas,” ujar Syaikoni.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerja keras dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan adanya program tersebut, WBP tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dapat merasakan langsung hasil dari proses yang mereka kerjakan sejak menanam hingga memanen.
Lapas Bangko berkomitmen menjaga keberlanjutan program pembinaan kemandirian pertanian dengan mengembangkan berbagai jenis tanaman lainnya, sehingga lahan yang tersedia dapat terus memberikan manfaat. (dEn)


