H. Baldi Khalik Dipercaya Jadi Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI, Nama Merangin Kembali Berkibar di Tingkat Nasional

Redaksijambi.com.MERANGIN Kiprah putra daerah Kabupaten Merangin di bidang kaligrafi Al-Qur’an kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Ustadz H. Baldi Khalik, Direktur Kaligrafi Arab Pondok Pesantren Man Jadda Wajada (MJW), bersama tiga putra putri terbaik provinsin Jambi dipercaya Kementerian Agama RI menjadi Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah dinataranya:

1. Ustd. H. Baldi khalik, S.Pd. I ( cabang kaligrafi digital )
2. Dr. Husin Bafadhal, Lc., M.A (Cabang Tafsir Al Qur’an )
3. Dr. Dailami Julis ( cabang Hifz Al Qur’an )
4. Dr. Hj. Nur Hayati, M.Pd.I ( cabang tilawah )

Kepercayaan tersebut tertuang dalam Surat Tugas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor B.637/Dt.III.III/Kp.02.3/09/2026.

Dalam surat tersebut, Kementerian Agama menugaskan sejumlah nama untuk menjalankan tugas sebagai Dewan Pengawas, Dewan Hakim, Panitia dan Panitera dalam kegiatan MTQ Nasional XXXI.

MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah pada 11 hingga 20 September 2026.

Penunjukan H. Baldi Khalik sebagai Dewan Hakim menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Merangin, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Man Jadda Wajada yang berada di Talang Kawo, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko.

Sebagai Direktur Kaligrafi Arab MJW, H. Baldi Khalik selama ini aktif membina dan mengembangkan seni kaligrafi Arab di lingkungan pesantren. Kompetensinya juga telah membawanya berkiprah dalam berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an.

Kepercayaan dari Kementerian Agama untuk menjadi bagian dari Dewan Hakim MTQ Nasional menjadi bukti bahwa kemampuan dan pengalaman di bidang kaligrafi tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan daerah, tetapi juga mendapat kepercayaan di level nasional.

Pimpinan Pondok Pesantren Man Jadda Wajada, Ustadz Ahmad Saukani, M.Pd. Al-Hafidz, menyambut baik penugasan tersebut. Menurutnya, kepercayaan kepada H. Baldi Khalik menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an, termasuk seni kaligrafi.

“Ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Man Jadda Wajada. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan semakin memotivasi para santri untuk berprestasi,” ujarnya.

Penugasan tersebut sekaligus menjadi catatan positif bagi perkembangan pendidikan Al-Qur’an dan seni kaligrafi di Kabupaten Merangin.(Uji)

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru