Kakanwil Ditjenpas Jambi Blusukan ke Lapas Bangko, Soroti Kreativitas WBP hingga Program Ketahanan Pangan

Redaksijambi.com (Bangko) — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Dr. Tr. Irwan Rahmat Gumilar, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko, dalam rangka menghadiri kegiatan arisan PIPAS yang dirangkaikan dengan halalbihalal bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jambi.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa kebersamaan, mencerminkan kuatnya silaturahmi pasca Hari Raya Idul fitri di lingkungan pemasyarakatan.

Namun, tidak sekadar menghadiri kegiatan seremonial, Kakanwil juga melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam kunjungannya, Irwan Rahmat Gumilar menyaksikan langsung aktivitas WBP yang tengah melukis, bahkan turut ditampilkan demo melukis yang memperlihatkan bakat seni para warga binaan. Selain itu, ia juga meninjau hasil kerajinan tangan seperti sangkar burung dan kurungan ayam yang dinilai memiliki nilai ekonomis.

Tak berhenti di situ, program ketahanan pangan di dalam lapas turut menjadi perhatian. Mulai dari budidaya kangkung, sayuran, jamur tiram, hingga peternakan ayam kampung, seluruhnya menunjukkan upaya nyata dalam membangun kemandirian WBP.

“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIB Bangko. Di tengah keterbatasan lahan dan fasilitas, warga binaan tetap mampu berkarya secara kreatif dan produktif,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, hasil karya WBP, khususnya di bidang seni dan kerajinan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk bernilai jual. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong promosi produk-produk unggulan tersebut agar lebih dikenal luas di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan motivasi dari Bapak Kakanwil. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, agar warga binaan memiliki keterampilan dan bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pengembangan potensi dan kemandirian WBP sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan. (dEn)

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru