Redaksijambi.com.TABIR ULU – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat di wilayah hukum Polsek Tabir Ulu kembali menggelar tradisi turun-temurun “Bantai Adat”. Kegiatan penyembelihan hewan ternak kerbau ini berlangsung khidmat di beberapa titik strategis, termasuk Desa Muara Jernih, Kapuk, Medan Baru, hingga Pulo Aro,
Kehadiran Kapolsek Tabir Ulu beserta personelnya di tengah kerumunan warga bukan sekadar pengamanan, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Tabir Ulu.
Apresiasi dari Para Kepala Desa
dukungan penuh dari pihak kepolisian ini mendapat apresiasi tinggi dari para Kepala Desa di wilayah tersebut. Kehadiran aparat dinilai berhasil menciptakan suasana yang tertib di tengah tingginya antusiasme warga yang ingin mendapatkan daging kerbau segar.
Para Kepala Desa dari Muara Jernih, Kapuk, Medan Baru, dan Pulo Aro menyatakan bahwa koordinasi dengan Polsek memudahkan panitia dalam mengatur lokasi penyembelihan yang terpusat yah mana Polisi membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan akibat kerumunan warga dan pedagang.
Dengan cara Pendekatan yang Humanis Personel Polsek yang tampak berbaur dengan tokoh adat, memperkuat hubungan silaturahmi antara institusi Polri dengan masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan Ketua Abdesi Tabir Ulu Yulirman kepada awak media terkait kemanan dalam agenda tahunan dan tradisi adat dalam menyambut bulan suci ramadhan satu Minggu mengadakan acara batai (potong kerbau.red) berkat kegigihan Kapolsek tabir ulu dan anggota berkordinasi dengan panitia bantai dan aparat desa serta tokoh masyarakat kegiatan bantai kerbau berjalan lancar dan aman.
“Kami sangat terbantu dengan peran aktif Pak Kapolsek. Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, mulai dari Muara Jernih hingga desa Kapuk pengawasan dari kepolisian membuat kegiatan Bantai Adat tahun ini jauh lebih terorganisir dan aman,” ujarnya.
Kapolsek Tabir Ulu Iptu Supranata SH MH yang diwawancarai pada saat bertugas menegaskan bahwa Polri akan selalu siap mengawal kegiatan kemasyarakatan yang bersifat positif.
“Tradisi Bantai Adat adalah kekayaan kita. Kami memastikan warga di 20 desa yang menjadi wilayah hukum Polsek tabir ulu dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan sukacita tanpa merasa khawatir akan gangguan keamanan,” pungkasnya.(Red)

