Fron Dusun Bangko Tolak Kawasan Dusun Bangko & Tugu Pedang Dijadikan Reas Area Truck Tronton Batubara

Redaksijambi.com Merangin ,- Aksi protes Pemuda Pancasila Kabupaten Merangin terhadap angkutan batubara yang menggunakan jalan umum kian meluas.

Kenapa tidak setelah MPC Pemuda Pancasila menggelar aksi senin 2 februari 2026 dikantor bupati Merangin dan maala nya di lanjutkan dengan aksi dijalan namun hal tersebut mendapat pengamanan dari pihak keamanan akhir menjelang tengah malam Pemuda Pancasila membubarkan diri.

Malam ini giliran Fron Dusun Bangko (FDB) yang protes keras terhadap penggunaan jalan umum oleh armada truk batubara yang kerap disebut truk koridor tersebut.

Fron Dusun Bangko tidak melarang truck tronton melintas namun fron Dusun Bangko tidak melarang bagi truk batu bara, melintasi jalur Lintas Sumatera, mereka menolak truk Tronton batu bara parkir yang mengular di sepanjang badan jalan dikawasan dusun Bangko hingga tugu pedang dijadikan Reas Area liar.

“Peringatan kami tidak melarang mereka lewat jalan lintas walau pun kami itu sudah ada larang sesuai Instruksi Gubernur Jambi, yang jelas mulai malam ini Selasa 3 februari 2026 Mobil truk tronton batu bara, dilarang keras Parkir di jalur lintas kawasan dusun Bangko hingga tugu pedang ,” kata Drus Tamin ketua Frin Dusun Bangko,.

Dikatakan Darus Tamin ,Ketua Fron Dusun Bangko Apabila melanggar, Frin Dusun Bangko menghimbau para driver (sopir ) truck tronton batu bara untuk tidak parkir dan dikawasan dusun Bangko hingga tugu pedang.

“Mulai selasa malam kami akan menghimbau semua driver tronton batu bara untuk tidak menjadikan kawasan dusun Bangko hingga tunggu pedang dijadikan tempat parkir liar yang mengular disepanjang badang jalan,” tegas Darus Tamin yang di dampingi abu hakim dan masroni.

Lenih lanjut dikatakan Ketua Fron Dusun Bangko, adanya larangan warga untuk truk batubara menjadikan kawasan dusun Bangko hingga tugu pedang Menurutnya, aksi itu murni inisiatif atas kelehuan masyarakat dan pengguna yang merasa terganggu dengan kerusakan bahu jalan di kawasan kelurahan dusun Bangko yang nota bene sudah memasuki kawasan kota Bangko.

“Ini murni kami dari FDB menyampaikan aspirasi masyarakat dan pengguna jalan yang sudah memulai resah dan sangat terganggu ulah truck tronton batu bara yang parkir se enaknya di bahu jalan, apa lagi dikawasan dusun Bangko dan tugu pedang.,” ungkap Darus Tamin yang lebih dikenal dengan sebutan mamak Panglimo kawo.

“kami sering mendengar keluhar warga dan pengguna jalan melarang truk-truk batubara yang parkir se enaknya selain membahaya kan pengguna jalan suara mesin truck tronton sangat menggangu waktu istirahat warga apa lagi anak-anak dan orang tua, ini sangat mengganggu kepentingan umum,” jelas Darus Tamin.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Masroni protes warga itu cukup beralasan, karena truk-truk tronton batubara muatan yang melebihi kapasitas jalan, meski jalan tersebut bertatus jalan nasional.

“Jalan di kawasan dusun Bangko hingga tugu pedang memang jalan nasional, sementara mobil-mobil yang lewat itu beratnya belasan sampai puluhan ton. Makanya bahu jalan yang dijalan tempat parkir jadi cepat rusak,” terang Masroni**(red)

 

 

Pilihan Redaksi
spot_img

Berita Terbaru