Redaksijambi.com , Sarolangun – Kontribusi perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunan daerah kembali menjadi perhatian publik. Salah satunya terkait pembangunan Tugu Biduk Sarolangun yang direncanakan sebagai ikon daerah.
Realisasi dana CSR yang dihimpun untuk pembangunan tugu tersebut dinilai sebagian masyarakat belum mencerminkan potensi jumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sarolangun.
Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun, Ridwan, mengungkapkan bahwa total dana CSR yang berhasil dihimpun untuk pembangunan Tugu Biduk Sarolangun mencapai Rp482 juta, yang berasal dari 23 perusahaan.
“Total dana CSR pembangunan Tugu Biduk Sarolangun sebesar Rp482 juta, itu dari 23 perusahaan,” ujar Ridwan.
Data tersebut menjadi sorotan karena Kabupaten Sarolangun diketahui memiliki puluhan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertambangan, dan industri lainnya. Berdasarkan data undangan resmi tertanggal 03 Juni 2024, tercatat sebanyak 80 perusahaan telah diundang untuk berpartisipasi dalam program CSR pembangunan Tugu Biduk Sarolangun.q
Undangan tersebut difasilitasi pada masa kepemimpinan Pj Bupati Sarolangun bersama Pj Sekretaris Daerah Ir. Dedi Hendri, M.Si.
Namun, dari jumlah perusahaan yang diundang tersebut, hanya 23 perusahaan yang tercatat menyalurkan kontribusi dana CSR untuk pembangunan tugu.
Seorang warga Sarolangun, Andik, menilai partisipasi perusahaan dalam pembangunan ikon daerah tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Perusahaan yang beroperasi di Sarolangun cukup banyak, tetapi yang berkontribusi dalam pembangunan Tugu Biduk ini hanya sebagian. Harapannya, ke depan kepedulian perusahaan terhadap pembangunan daerah bisa lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di Sarolangun seharusnya diiringi dengan kontribusi sosial yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi daerah dan masyarakat.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat lainnya yang berharap pemerintah daerah bersama Forum CSR dapat mendorong pelaksanaan CSR yang lebih transparan dan terkoordinasi.
“Pelaksanaan CSR perlu dievaluasi secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan sejalan dengan pembangunan daerah,” ujar Ad, salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi sejumlah perusahaan yang diundang serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh tanggapan resmi mengenai realisasi dan mekanisme penyaluran dana CSR tersebut,(Marsudi)

