WBP Lapas Sarolangun Bedah Rumah Warga Aur Gading, Hunian Layak Hadir dari Sinergi BAZNAS SAROLANGUN

Redaksijambi.com.SAROLANGUN — Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun dan Kelurahan Aur Gading.

Melalui program bedah rumah, rumah milik Bustomi, warga Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, yang sebelumnya membutuhkan perbaikan, kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.

Menariknya, proses pengerjaan rumah tersebut melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun. Selama kurang lebih tiga minggu, para WBP yang telah melalui proses asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) turut memberikan tenaga dan keterampilan mereka dalam menyelesaikan pembangunan rumah tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.

“Ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, sebagai wujud pengabdian warga binaan pemasyarakatan kepada masyarakat. Warga binaan diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara positif melalui keterampilan dan tenaga yang mereka miliki,” ujar Ibnu Faizal.

Menurutnya, keterlibatan WBP dalam kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk pembinaan agar mereka mampu memberikan kontribusi positif dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Lurah Aur Gading, Aliwardana. Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini sangatlah baik. Peran warga binaan Lapas Sarolangun dapat memberikan kontribusi nyata kepada warga kami yang membutuhkan,” ungkap Aliwardana.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun, Imam Haramein, M.H.I., mengatakan Bustomi merupakan salah satu masyarakat yang tergolong mustahiq, yakni penerima yang berhak mendapatkan bantuan zakat.

Ia menyebut program tersebut merupakan kegiatan bedah rumah kedua yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Sarolangun. Menurutnya, keterlibatan WBP membuat pelaksanaan program menjadi semakin efektif sekaligus memberikan nilai pembinaan.

“Ini merupakan bedah rumah yang kedua kalinya dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Sarolangun. Capaian kali ini sangat maksimal karena tenaga tukangnya tidak perlu dibayar, sebab pengerjaan dibantu oleh warga binaan pemasyarakatan Lapas Sarolangun,” kata Imam Haramein.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Bustomi mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memperbaiki rumahnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas Sarolangun dan BAZNAS Kabupaten Sarolangun atas bantuan yang diberikan untuk merehab rumah saya. Sekarang rumah saya sudah menjadi lebih layak untuk ditempati,” ujar Bustomi.

Selain penyerahan kunci rumah kepada Bustomi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) antara Lapas Kelas IIB Sarolangun dan BAZNAS Kabupaten Sarolangun.

Kerja sama tersebut menjadi komitmen kedua lembaga untuk memperkuat berbagai kegiatan sosial secara berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Lapas Sarolangun.

Program bedah rumah ini menjadi contoh bahwa pembinaan warga binaan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bukan sekadar membangun rumah, sinergi Lapas Sarolangun, BAZNAS, pemerintah kelurahan dan masyarakat tersebut juga membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar mengabdi, bekerja, berbagi, serta menunjukkan bahwa mereka tetap dapat memberikan manfaat melalui karya nyata.**

Pilihan Redaksi
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru