Redaksijambi com.LEMBAH MASURAI – Suasana ceria mewarnai kegiatan sosialisasi edukasi di SDN 160/VI Pasar Masurai III, Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai, Rabu (12/8).
Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGG), Prof. Dr. Yongmun Jeon asal Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee asal Monts D’Ardèche UGG (Prancis), turut serta mengikuti permainan ular tangga dan kartu yang diciptakan oleh BP Geopark Merangin-Jambi.
Sayang, keduanya harus terusir dari permainan karena tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemandu.
Dalam permainan ular tangga Geopark, para pemain melangkah sesuai jumlah angka dadu yang dilemparkan.
Papan permainan menyediakan dua jenis tantangan yakni menebak nama objek wisata berdasarkan gambar atau menjawab pertanyaan seputar potensi Geopark Merangin-Jambi. Jika pemain gagal menjawab pertanyaan dari pemandu hingga hitungan ketiga, mereka dinyatakan gugur dan harus keluar dari papan permainan.
Mr. Nicolas Klee menjadi peserta pertama yang tersingkir usai gagal menjawab pertanyaan di petak nomor tiga mengenai jumlah danau vulkanik di puncak Gunung Masurai.
“Satu ya? Oh salah? Berapa? Ada tiga? Oh saya tidak tahu,” ujar Nicolas yang disambut gelak tawa peserta lain.
Sementara itu, Prof. Yongmun Jeon bertahan lebih lama setelah berhasil melompati dua tantangan awal. Ia menjawab dengan tepat pertanyaan pertama mengenai usia fosil kayu Merangin yang mencapai lebih dari 300 juta tahun.
Nicolas sempat berseloroh menanggapi jawaban tersebut. “Bukan, jawabannya spesifik 396 juta tahun,” potong Nicolas yang kembali memancing tawa penonton.
Pada tantangan kedua, Prof. Yongmun yang berlatar belakang ahli geologi berhasil menjelaskan proses pembentukan batuan Merangin melalui aktivitas vulkanik dan sedimentasi.
Namun, langkahnya terhenti di pertanyaan ketiga saat diminta menyebutkan masyarakat adat pengelola hutan yang diakui dunia sebagai contoh konservasi terbaik. Karena tidak dapat menjawab hingga hitungan ketiga, ia dinyatakan gugur.
“Kenapa pertanyaannya sulit sekali? Saya tidak bisa menjawab. Apa jawabannya?” tanya Yongmun.
Pemandu permainan, Siti Novia Wati, yang merupakan salah satu guru di sekolah tersebut, langsung menjelaskan bahwa jawabannya adalah Masyarakat Adat Serampas.
Selain ular tangga, kedua evaluator juga menjajal permainan kartu Geopark. Dalam permainan ini, para siswa diminta menghafal 24 karakter kartu berisi istilah dan penjelasan terkait Geopark Merangin-Jambi.
Pemain yang paling cepat menebak dan mencocokkan kartu yang dibacakan oleh pemandu keluar sebagai pemenang.
Rangkaian kegiatan interaktif tersebut ditutup dengan foto bersama antara para evaluator UNESCO, jajaran pengelola Geopark Merangin-Jambi, serta seluruh siswa dan guru SDN 160/VI Pasar Masurai III. (Van/Kominfo)



