Redaksijambi.com.TABIR BARAT – Polsek Tabir Ulu menunjukkan aksi nyata dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Sebanyak kurang lebih enam ton jagung hasil panen perdana dari lima desa di wilayah Kecamatan Tabir Barat difasilitasi pengangkutannya menggunakan armada kepolisian setelah pihak Bulog menyatakan hasil tersebut tidak memenuhi standar kualifikasi, Minggu (1/3).
Solusi Cepat di Tengah Kekecewaan Petani
Penolakan dari Bulog sempat memicu kekecewaan mendalam bagi warga di lima desa yang baru pertama kali mencoba peruntungan menanam jagung. Menanggapi situasi tersebut.Kapolsek Tabir Ulu, Iptu Supranata Sh MH , langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu mobilitas hasil bumi tersebut.
Polsek Tabir Ulu menyediakan fasilitas mobil untuk mengangkut total enam ton jagung tersebut guna dijual ke tengkulak di daerah Desa Limbur Merangin. Langkah ini diambil agar hasil panen petani tidak membusuk dan petani tetap mendapatkan nilai ekonomi dari kerja keras mereka.
“Kami hadir sebagai solusi agar semangat petani pemula di lima desa ini tidak patah. Kami fasilitasi pengangkutan menuju pembeli di Limbur Merangin sebagai bentuk partisipasi Polri dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat,” ujar Iptu Supranata SH MH
Petani Soroti Sikap Pasif Bulog
Meskipun hasil panen akhirnya terserap oleh pasar melalui tengkulak, para petani menyayangkan sikap pihak Bulog yang dinilai kurang proaktif. Bapak Amer Mahmud , yang merupakan ketua abdesi Kec Tabir barat , mengungkapkan bahwa selama masa tanam hingga panen, pihak Bulog tidak pernah turun ke lapangan untuk memberikan bimbingan teknis.
“Kami ini petani pemula, baru kali ini menanam jagung secara serius. Kami sangat kecewa karena selama ini Bulog bersifat pasif, tidak pernah turun sama sekali ke desa kami untuk memberi tahu bagaimana standar jagung yang mereka terima,” ungkap Amer mahmud
Poin Aspirasi Petani:
Edukasi Lapangan: Meminta pemerintah, terutama Bulog, untuk terjun langsung ke petani memberikan pengetahuan standar kualitas (seperti kadar air dan kebersihan biji).
Pendampingan Teknis: Mengharap adanya sosialisasi sejak dini agar hasil panen selanjutnya bisa menembus standar pasar nasional.
Sinergi Polri dan Masyarakat Kehadiran Polsek Tabir Ulu di tengah kemelut ini mendapat apresiasi tinggi dari warga. Bantuan armada angkutan menuju Limbur Merangin dinilai sangat meringankan beban biaya operasional petani yang sedang dalam kondisi terjepit.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek dan anggota. Tanpa bantuan angkutan ini, kami bingung bagaimana membawa enam ton jagung ini. Setidaknya dengan dijual ke Limbur Merangin, modal kami bisa kembali,” tutup Amer mahmud yang mewakili kepala desa wilayah Kec tabir barat(red)

