oleh

Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

-Hot News-73 views

Redaksijambi,Com-Sarolangun.Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun telah memberlakukan belajar di sekolah secara tatap muka, Pemberlakuan sekolah tatap muka sesuai dengan intruksi Kementerian Pendidikan yang memperbolehkan sekolah membuka proses belajar mengajar.

Saat di Temui Kadis Dinas Pendidikan dan kebudayaan Helmi di ruang kerjanya pada hari Jum’at 18/09 Mengatakan “Sudah di perbolehkan proses belajar mengajar di daerah yang Sudah keadaan zona hijau dan Zona kuning,

Instruksi ini ditindak lanjuti langsung oleh Bupati Sarloangun dan dapat menerapkan belajar tatap muka dengan ketentuan memperketat pemberlakuan protokol kesehatan,Kata Kadis Dinas Pendidikan dan kebudayaan.

Sekolah yang telah di buka Proses Belajar Mengajar dengan tatap muka harus menyediakan Alat Protokol Kesehatan, Menyediakan Masker,Alat pengukur suhu badan, Hand Sanitizer, Tempat Pencuci Tangan dan ruang Belajar harus di semprot dengan Cairan Disinpektan Terlebih dahulu ,”Kata Helmi Kadis pendidikan dan kebudayaan

Pelaksanaan Belajar Mengajar dengan tatap Muka harus melaksanakan Protokol Kesehatan secara ketat, Kita pasti kan siswa siswi harus menggunakan masker dari rumah,Kalau tidak menggunakan Masker akan di suruh pulang

Untuk mengambil masker dan menggunakan nya bagi siswa siswi yang tidak jauh dari Sekolah nya,Dan bagi siswa siswi yang jauh dari rumahnya,nanti di bantu masker dari sekolah tersebut,”Terang Helmi.

Untuk orang tua Murid merasa keberatan dan merasa keadaan tidak nyaman anak nya untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah kita juga memperbolehkan untuk anaknya tidak mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka kita,Kita tidak melarang nya,”Kata Helmi.

Tidak hanya itu pembelajaran siswa secara tatap muka diterapkan per shift per hari dan jam belajar dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa.

“Semua dilonggarkan, jam belajar dikurangi, agar tidak bertemu siswa dilakukan shift perhari dan satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa,” jelas Helmi.
(Dh)

Komentar

News Feed