oleh

Bagaimana Mengembangkan Lahan Pertanian Jambi?

-Ekbis-77 views

Jambi memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan tanaman pangan. Luas lahan sawah di Provinsi Jambi mencapai 137.132 Ha (BPS 2016) dengan didominasi oleh lahan rawa sebesar 684.000 Ha (Kementrian PU, 2017). Ketersediaan lahan ini sangat potensial dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sehingga program Provinsi Jambi sebagai salah satu lumbung pangan nasional dapat diwujudkan. Pengembangan tanaman pangan dapat pula dilakukan di lahan kering dengan sistim monokultur dan tumpang sari saat awal pertanaman tanaman sawit dan tanaman perkebunan lainnya. Sehingga potensi lahan untuk pengembangan tanaman pangan semakin besar mengingat program replanting tanaman sawit cukup besar di Provinsi Jambi. Ketersediaan lahan dan pola tanam ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemanfaatan lahan untuk menghasilkan bahan pangan.
Ketersediaan lahan tentunya harus diikuti oleh ketersediaan inovasi teknologi pertanian yang dapat mendukung optimalisasi hasil produksi. Salah satu inovasi teknologi pertanian tersebut adalah teknologi perbenihan atau Varietas Unggul Baru (VUB) yang adaptif dan sesuai dengan kondisi lahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Balitbangtan) melalui beberapa Balai Penelitian (Balit) Komoditas seperti Balit Padi, Balit Jagung dan Balit Kedelai/umbi-umbian telah mengeluarkan banyak VUB baru yang disebarkan ke seluruh Indonesia. Salah satu upaya penyebaran dan pengujian spesifik lokasi dilakukan oleh BPTP Balitbangtan seluruh Indonesia diantarannya adalah BPTP Balitbangtan Jambi yang dipimpin oleh Dr. Ir. Moh. Takdir Mulyadi, MM.
Sejak tahun 2014 BPTP Balitbangtan Jambi telah melakukan upaya peningkatan ketersediaan perbenihan VUB di Provinsi Jambi melalui beberapa kegiatan. Sedangkan pada tahun 2017 realisasi kegiatan di lapangan berupa kegiatan pemenuhan kebutuhan benih jagung hibrida melalui penanaman jagung Hibrida Bima 20 URI seluas 2,5 ha bekerjasama dengan Gapoktan Sri Rejeki, di Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perbanyakan benih sudah didaftarkan melalui Penangkar Benih Bina (PBB) Sri Arum, Desa Sri Agung, dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang selanjutnya akan melewati proses sertifikasi benih.  Pengawalan dan pengawasan kegiatan budidaya sampai produksi benih jagung hibrida dilaksanakan oleh peneliti BPTP Balitbangtan Jambi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pengelolaan benih sumber dan diharapkan dapat mendukung kegiatan strategis Kementan RI terkait program penyediaan benih jagung. Benih jagung  ini akan siap mendukung musim tanam berikutnya pada pertengahan tahun 2017 di Provinsi Jambi dan petani setempat sangat tertarik untuk mengetahui teknologi perbanyakan benih jagung parent seed  hibrida.
Teknologi perbanyakan benih jagung parent seed hibrida akan menghasilkan benih F1 sebagai benih. Peneliti Balitsereal Maros, Ir. Bahtiar, MS dalam pendampingannya ke lokasi menjelaskan tata cara penangkaran benih Jagung Hibrida serta menegaskan bahwa Badan Litbang Pertanian melalui Balitsereal Maros siap membantu untuk menyiapkan galur tetua untuk produksi benih jagung hibrida di Provinsi Jambi. Provinsi Jambi merupakan lokasi pertama di wilayah Sumatera yang melakukan kegiatan tersebut. Bima 20 URI merupakan VUB jagung hibrida dengan umur 102 hari setelah tanam, tinggi sekitar 210 cm, ukuran tongkol panjang sekitar 17,9 cm dan diameter 4,9 cm, tipe biji semi mutiara dan warna biji kuning orange, jumlah baris/tongkol 14 – 16, potensi hasil 12,8 ton/ha. Keunggulan jagung Bima 20 URI ini antara lain; tahan penyakit bulai, karat dan hawar daun.
Perbanyakan benih padi telah dilakukan di Kabupaten Kerinci dengan menanam VUB Inpari 28 Kerinci kelas benih FS (label putih) seluas 9 ha dengan produksi rata rata sebesar 6 ton/ha di BBI Padi Hiang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kerjasama antara BPTP Balitbangtan Jambi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci  sejak tahun 2015 sampai saat ini.
Kegiatan lainnya adalah Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi di lahan kering dengan menggunakan varietas unggul baru (VUB) merupakan salah satu dukungan Inovasi Pertanian untuk menghasilkan produksi yang optimal. Pengenalan Varietas Unggul Baru (VUB) dan perbanyakan Padi Amfibi seri: Inpari 38, Inpari 39, Inpari 41 dan Inpari 42, dilakukan di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam, Kab. Tanjung Tabung Barat, Provinsi Jambi. BPTP Balitbangtan Jambi melakukan penyerahan benih tersebut masing-masing 50 kg kepada Kepala BPP, Petugas Penyuluh Lapang, dan beberapa calon petani penangkar dengan pendampingan teknologi Jarwo Super. Lahan yang tersedia untuk kegiatan perbanyakan benih lebih dari 4 ha. Teknologi yang diaplikasikan adalah dengan penggunaan Agrimeth pada benih.  Padi amfibi merupakan varietas padi yang siap menghadapi cuaca ekstrim yaitu kekeringan dan genangan (banjir). Varietas ini memiliki potensi hasil sekitar  7 – 11 ton/ha, tekstur nasi pulen, umur tanaman berkisar 114 hari setelah sebar dan cocok dikembangkan di dataran rendah sampai 900 m dpl. VUB padi amfibi yang memiliki ketahanan terhadap cuaca kering ini diharapkan dapat ditanam kembali di lahan kering tadah hujan di Provinsi Jambi dan diharapkan mendapatkan hasil yang tinggi. BPTP Balitbangtan Jambi juga mengembangkan kegiatan UPBS Padi di lokasi yang tidak terlalu jauh dari Desa Rawa Medang Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. VUB yang dikembangkan adalah Inpari 30 dan Inpara 3  (kelas benih BS/label kuning) dengan luas tanam sebesar 1 Ha. Ketersediaan benih UPBS padi di BPTP Balitbangtan Jambi antara lain; Inpara 3 sebanyak 3,9 ton SS. Melalui kegiatan tahun 2017 diharapkan dapat menghasilkan padi varietas Inpari 30 dan Inpara 3 sebanyak 2 ton BS. Padi varietas Inpari 30 seluas 1,5 Ha, Inpari 33 seluas 0,5 Ha. Varietas Inpari 21 SS juga telah dikembangkan di Kabupaten Bungo pada awal maret lalu.
BPTP Balitbangtan Jambi juga mengembangkan komoditas kedelai varietas Dena 1 kelas benih FS seluas 3 Ha dan varietas Anjarmoro kelas benih SS seluas 5 ha di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. Upaya meningkatkan produksi, diseminasi teknologi inovasi dan pendampingan teknologi unntuk komoditas kedelai dilakukan oleh BPTP Balitbangtan Jambi melalui kegiatan UPBS Kedelai. Kecamatan VII Koto, desa Dusun Baru dan sekitarnya merupakan salah satu sentra produksi tanaman kedelai di Provinsi Jambi. Lahan dempot sekitar 20 hektar telah disiapkan untuk memproduksi VUB kedelai baru seperti Dena I, Devon, Demas dan Anjasmoro. Kegiatan lainnya adalah tumpangsari kedelai diantara tanaman kelapa sawit dengan penanaman VUB kedelai Dena 1, Devon, Demas dan Anjasmoro. Kegiatan ini dilakukan di lokasi kelompok tani Tanjung Jaya, dengan petani kooperator Sumardi dengan luas lahan 1 ha dan akan dilanjutkan dilokasi lain disekitarnya. Sedangkan di wilayah Tanjung Jabung Timur akan dilakukan penanaman kedelai dengan kelas benih FS dan SS dengan total hamparan 50 ha kerjasama antara Balai penelitian kedelai dan umbi-umbian (Balitkabi) dan BPTP Jambi, serta 2 ha kegiatan sekolah lapang mandiri benih kedelai. di Kec. Berbak penanaman direncanakan sekitar bulan Mei. Semua kegiatan kedelai tersebut harapannya akan didapat VUB kedelai yang cocok dikembangkan diwilayah spesifik lokasi dengan produksi yang lebih baik dan sesuai permintaan pasar.
Saat ini ketersediaan benih UPBS padi di BPTP Balitbang Jambi antara lain Inpara 3 sebanyak 3,9 ton SS. Rencana kegiatan pada tahun 2017, padi 2 ton BS di Desa Rawa Medang, Inpari 30 dan Inpara 3 seluas 2 ha tanam 27-30 Maret 2017. Padi varietas Inpari 30 seluas 1,5 ha, Inpari 33 seluas 0,5 ha, Inpara 3 seluas 1 ha di desa Rawa Medang 3 ton kelas benih FS tanam 2 – 9 April 2017. Sedangkan kelas benih SS sebanyak 15 ton varietas Inpari 21, Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, dan Inpara 3 telah disemai sekitar akhir februari dan maret 2017. Di kabupaten Bungo, kelas bibit SS dengan varietas Inpari 21 tanam 2 – 10 Maret 2017. Benih kedelai varietas Dena-1 kelas benih FS seluas 3 Ha target panen 2,5 ton, di Kecamatan VII Koto, Kab. Tebo tanam 28 Februari 2017. Sedangkan varietas kedelai Anjarmoro kelas benih SS seluas 5 ha dilokasi yang sama telah ditanam 3 maret 2017.
Demi membantu mewujudkan ketersediaan pangan, BPTP Balitbangtan Jambi akan terus memonitor dan mendampingi semua kegiatan pertanaman padi, jagung dan kedele (Pajale) yang menggunakan bibit Balitbangtan di berbagai lokasi di Provinsi Jambi. Kerjasama dengan instansi terkait dan stakeholders selalu dibutuhkan serta perlu ditingkatkan agar tercapai peningkatan produksi dan keberhasilan program Pajale pada masa yang akan datang.(*)

Penulis : Dr. Lutfi Izhar, SP., MSc  (Kasie. Kerjasama dan Pelayanan Publik BPTP Balitbangtan Jambi)

Komentar

News Feed